Rabu, 16 April 2014

Mau Dibawa Kemana Masa Depanmu?


     Hai Guys, Namaku Cholania Rizky Fajriyah. Bisa dipanggil Cholania. Sekarang aku kelas XI IPA2 di SMA Ta'miriyah. Kelas yang cukup ramai dengan penghuninya yang superkocak. Tujuanku sekolah adalah mencari ilmu pengetahuan dan pastinya nilai. Aku berpikir untuk mencari jati diriku di sini. Tujuan utamaku adalah membanggakan orangtua. Aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. oleh karena itu, aku akan selalu berusaha dan berdo'a. Setiap hari tak luput dari pandangan buku/ilmu. Bagiku, sehari tanpa buku bagaikan taman tak berbunga. Yahh, walau boleh dibilang cukup alay, tapi... ya inilah aku. 
      Masa depan? apa yang kalian pikirkan tentang masa depan? Masa depan adalah suatu masa dimana kita akan bermimpi dan berkarya. itulah jawabanku. masa depan adalah punjak perjuangan kita. puncak dari segalanya. Masa depanku...aku butuh menjadi seoarang wanita karir yang sukses. Sebelum memasuki tujuan akhirku, aku ingin dan butuh Perguruan Tinggi Negeri. Terutama ITS. Tapi alangkah indah jikaaku merendahkan diriku.Dan aku insyaallah akan mengambil Fakultas Teknik Kimia di Universitas Brawijaya. Sebenarnya aku ingin menjadi seorang Kontraktor. Suatu pekerjaan yang sama dengan ayahku. Tapi...suatu jawaban yang buruk menimpa sebuah pernyataanku. Yaitu jawaban orangtua yang tak menyetujui keputusan sementaraku. Mereka sangat tak menyutujuinya. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk insyaallah mengambil jurusan Teknik Kimia. Itulah permintaan ayahku. Aku akan berusaha membuatnya bahagia. Dan aku akan mengusahakannya sebisaku. Dan akan ku keluarkan seluruh raga dan jiwaku untuk mendapatkannya. Yah, hanyalah kata-kata "OPTIMIS!" yang selalu kuucap. SEMANGAT dan SEMANGAT!!!! Aku berjanji untuk membahagiakan orangtuaku selagi aku masih hidup. Bismillah! :) I KNOW I CAN

Jumat, 11 April 2014

Contoh Makalah Aqidah-Pengertian Mukjizat dari Segi Bahasa


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1           Latar Belakang
Salah satu objek penting dalam kajian ‘Ulumul Qur’an’ adalah perbincangan mengenai mukjizat. Persoalan mukjizat, terutama mukjizat Al-Qur’an , sempat menyeret para teolog klasik dalam perdebatan yang berkepenjangan, terutama antara teolog dari kalangan Mu’tazilah dan para teolog dari kalangan Ahlussunnahmengenai konsep shirfah.
Dengan perantara mukjizat, Allah mengingatkan manusia bahwa para rasul itu merupakan utusan yang mendapat dukungan dan bantuan dari langit. Mukjizat yang telah diberikan kepada para nabi mempunyai fungsi yang sama, yaitu memainkan perananya dan mengatasi kepandaian kaumnya disamping membuktikan bahwa kekuasaan Allah itu berada diatas segala-galanya.
Suatu umat yang tinggi pengetahuanya dalam ilmu kedokteran, misalnya tidak wajar dituntun dengan mukjizat dalam ilmu tata bahasa, begitu pula sebaliknya. Tuntunan dan pengarahan yang ditunjukan pada suatu umat harus berkaitan dengan pengetahuan mereka karena Allah tidak akan mengarahkan suatu umat pada hal-hal yang tidak mereka ketahui. Tujuanya adalah agar tuntunan dan pengarahan Allah bermakna. Disitulah letak mukjizat yang telah diberikan kepada para Nabi.

1.2           Perumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang mukjizat Al-Qur’an. Maka penulis merumuskan masalah mukjizat sebagi berikut:
  1. Apa pengertian mukjizat?
  2. Apa macam-macam mukjizat?
  3. Apa saja bukti historis kegagalan menandingi Al-Qur'an?
  4. Bagimana kemukjizat Al-Qur'an yang dilihat dari segi bahasa?

1.3     Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui seluk-beluk mukjizat Al-Qur’an.
2. Untuk menambah wawasan pengetahuan, khusunya dalam bidang Kemukjizatan Al-Qur’an.
3. Supaya lebih dekat dengan Allah.
4. Supaya mengetahui mukjizat-mukjizat yang telah diberikan oleh Allah.
5. Supaya selalu teringat akan keberadaan Allah.

BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Mukjizat

Menurut bahasa kata Mu’jizat berasal dari katai’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu’jizat.
Menurut istilah Mukjizat adalah  peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannya. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizatdidefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT. Melalui para Nabi dan Rasul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.
Kata I’jaz dalam bahasa Arab berarti menganggap lemah kepada orang lain. Sebagimana Allah berfirman:

(المائدة: 31)أَعْجَزَتُ أَنْ أَكُوْنَ مِثْلَ هَذَاالْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيْ 
“…Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini” (QS. Al Maidah (5): 31)

Maksud kumukjizatan Al-Qur’an bukan semata mata untuk melemahkan manusia atau menyadarkan mereka atas kelemahanya untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an akan tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul yang membawanya dan sekaligus menetapkan bahwa sesuatu yang dibawa oleh mereka hanya sekedar menyampaikan risalah Allah SWT, mengkhabarkan dan menyerukan.

Unsur-unsur mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah:
1. Hal atau peristiwa yang luar biasa
Peristiwa-peristiwa alam, yang terlihat sehari-hari, walaupun menakjubkan, tidak dinamai mukjizat. Hal ini karena peristiwa tersebut merupakan suatu yang biasa. Yang dimaksud dengan “luar biasa” adalah sesuatu yang berbeda di luar jangkauan sebab akibat yang hukum-hukumnya diketahui secara umum. Demikian pula dengan hipnotis dan sihir, misalnya sekilas tampak ajaib atau luar biasa, karena dapat dipelajari, tidak termasuk dalam pengertian “luar biasa” dalam definisi di atas.
2. Terjadi atau dipaparkan oleh seseorang yang mengaku Nabi.
Hal-hal di luar kebiasaan tidak mustahil terjadi pada diri siapapun. Apabila keluarbiasaan tersebut bukan dari seorang yang mengaku Nabi, hal itu tidak dinamaimukjizat. Demikian pula sesuatu yang luar biasa pada diri seseorang yang kelak bakal menjadi Nabi ini pun tidak dinamai mukjizat, melainkan irhash. Keluarbiasaan itu terjadi pada diri seseorang yang taat dan dicintai Allah, tetapi inipun tidak disebut mukjizat, melainkan karamahatau kerahmatan. Bahkan, karamah ini bisa dimiliki oleh seseorang yang durhaka kepada-Nya, yang terakhir dinamai ihanah (penghinaan) atau Istidraj (rangsangan untuk lebih durhaka lagi).
Bertitik tolak dari kayakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi terakhir, maka jelaslah bahwa tidak mungkin lagi terjadi suatu mukjizatsepeninggalannya. Namun, ini bukan berarti bahwa keluarbiasaan tidak dapat terjadi dewasa ini.

3. Mendukung tantangan terhadap mereka yang meragukan kenabian
Tentu saja ini harus bersamaan dengan pengakuannya sebagai Nabi, bukan sebelum dan sesudahnya. Di saat ini, tantangan tersebut harus pula merupakan sesuatu yang berjalan dengan ucapan sang Nabi. Kalau misalnya ia berkata, “batu ini dapat bicara”, tetapi ketika batu itu berbicara, dikatakannya bahwa “Sang penantang berbohong”, maka keluarbiasaan ini bukan mukjizat, tetapi ihanah atau istidraj

4. Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani
Bila yang ditantang berhasil melakukan hal serupa, ini berarti bahwa pengakuan sang penantang tidak terbukti. Perlu digarisbawahi di sini bahwa kandungan tantangan harus benar-benar dipahami oleh yang ditantang. Untuk membuktikan kegagalan mereka, aspek kemukjizatan tiap-tiap Nabi sesuai dengan bidang keahlian umatnya.



2.2     Macam-macam Mukjizat

Secara garis besar, mukjizat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama. Mukjizat mereka bersifat material dan indrawi dalam arti keluarbiasaan tersebut dapat disaksikan dan dijangkau langsung lewat indra oleh masyarakat tempat mereka menyampaikan risalahnya.


Perahu Nabi Nuh yang dibuat atas petunjuk Allah sehingga mampu bertahan dalam situasi ombak dan gelombang yang demikian dahsyat. Tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s dalam kobaran api yang sangat besar; berubah wujudnya tongkat Nabi Musa a.s. menjadi ular; penyembuhan yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s. atas izin Allah, dan lain-lain, kesemuanya bersifat material indrawi, sekaligus terbatas pada lokasi tempat mereka berada, dan berakhir dengan wafatnya mereka. Ini berbeda denganmukjizat Nabi Muhammad SAW, yang sifatnya bukan indrawi atau material, tetapi dapat dipahami akal. Karena sifatnya yang demikian, ia tidak dibatasi oleh suatu tempat atau masa tertentu. Mukjizat Al-Qur’an dapat dijangkau oleh setiap orang yang menggunakan akalnya dimana dan kapanpun.

Perbedaan ini disebabkan oleh dua hal pokok:

1.      Para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, ditugaskan untuk masyarakat dan masa tertentu. Karena itu,mukjizat mereka hanya berlaku untuk masa dan masyarakat tersebut, tidak untuk sesudah mereka. Ini berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad  yang diutus seluruh umat manusia sampai akhir zaman sehingga bukti ajaranya harus selalu ada dimana dan kapanpun berada.
2.      Manusia mengalami perkembangan dalam pemikiranya. Umat para Nabi khususnya sebelum Nabi Muhammad membutuhkan bukti kebenaran yang sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Bukti tersebut harus demikian jelas dan langsung terjangkau oleh indra mereka. Akan tetapi, setelah manusia  mulai menanjak ke tahap kedewasaan berpikir, bukti yang bersifat indrawi tidak dibutuhkan lagi.



2.3   Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Qur'an

Al-Qur'an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka, sungguhpun memiliki tingkat fashahah dan balaghah yang tinggi di bidang bahasa Arab, Nabi memintanya untuk menandingi Al-Qur'an dalam tiga tahapan:
1.       Mendatangkan semisal Al-Qur'an secara keseluruhan, sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Isra (17) ayat 88:
“Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian lain.” (Al-Isra (17): 88)

2.      Mendatangkan sepuluh surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an, sebagaimana dijelaskan dalam surat Hud (11) ayat 13 berikut

“Bahkan mereka mengatakan, Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu. “ Katakanlah, kalu demikian, maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat menyamai, dan panggilah orang-orang yang kamu sanggup memanggilnya selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”(Q.S. Hud [11]: 13)

3.      surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan oleh surat Al-Baqarah (2) ayat 23:

 “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kami orang-orang yang benar”(QS. Al Baqarah (2): 23)


Sejarah telah menunjukan bahwa jawaban orang-orang Arab ternyata gagal menandingi Al-Qur'an. Inilah beberapa catatan sejarah yang memperlihatkan kegagalan itu:

1.Pemimpin Quraisy pernah mengutus Abu Al-Walid, seorang sastrawan ulung yang tiada bandingannya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan Al-Qur'an ketika Abu Al-Walid berhadapan dengan Rasulullah SAW. Yang membaca surat Fushilat, ia tercengang mendengar kehalusan dan keindahan gaya bahasa Al-Qur'an dan ia pun kembali pada kaumnya dengan tangan hampa.
2.Musailamah bin Habib Al Kadzdzab yang mengaku sebagai Nabi juga pernah berusaha mengubah sesuatu yang mirip dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Ia mengaku bahwa dirinyapun mempunyai Al-Qur'an yang diturunkan dari langit dan dibawa oleh Malaikat yang bernama Rahman. Di antara gubahan-gubahannya yang dimaksudkan untuk mendandingi Al-Qur'an itu adalah antara lain:

لطِّيْنِيَاضِفْدَعُ بِنْتُ ضِفْدَعَيْنِ نَقِّيْ مَاتُنَقِيْنَ أَعْلاَكِ فِى اْلمَاءِ وَأَسْفَلُكِ فِى ا
“Hai katak, anak dari dua katak. Bersihkan apa saja yang akan engkau bersihkan, bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah”.


Ketika itu pula, ia merobek-robek apa saja yang telah ia kumpulkan dan merasa malu tampil di depan khalayak ramai. Setelah peristiwa itu ia mengucapkan kata-katanya yang masyhur:

“Demi Allah, siapapun yang tidak akan mampu mendatangkan yang sama dengan Al-Qur'an.”



2.4   Kemukjizat Al-Qur'an dari Segi Bahasa

Gaya bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu merasa kagum dan terpesona, bukan saja orang-orang mukmin, tetapi juga bagi orang-orang kafir. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak diantara mereka masuk Islam. Bahkan, Umar bin Khattab pun yang mulanya dikenal sebagai orang yang paling memusuhi nabi Muhammad SAW, dan bahkan berusaha membunuhnya, memutuskan masuk Islam dan beriman pada kerasulan Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur-an. Susunan Al-Qur-an tidak dapat disamakan oleh karya sebaik apa pun.

















BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Menurut bahasa kata Mu’jizat berasal dari katai’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu’jizat. Secara garis besar, mukjizat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama.
Al-Qur'an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Gaya bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu merasa kagum dan terpesona, bukan saja orang-orang mukmin, tetapi juga bagi orang-orang kafir.
         

3.2 Saran
            Oleh karena itu, marilah kita perdalami ilmu keagamaan terutama dengan mukjizat-mukjizat yang telah diberikan Allah, agar kita mengetahui ke-ESAan dan keBESARan Allah. Dan supaya kita bisa lebih dekat dengan Allah dan selalu mengingat-Nya.

Contoh Karya Tulis Bahasa Indonesia-Kenakalan Remaja



BAB I
PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang
Remaja, merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 sampai 21 tahun. Pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis. Hal ini menyebabkan kondisi pemikiran dan perilakunya masih terbilang labil. Mudah terpengaruh dan memiliki keingintahuan tinggi. Keberadaan perangkat modern, teknologi canggih, jaringan internet dan maraknya kemunculan kehidupan maya di balik gadget yang ada di sekeliling kita dapat dengan mudah memberi pengaruh kepada remaja, pengaruh yang baik maupun yang buruk.
Hal tersebut membuat sebagian besar penggunanya merasa kecanduan karena keasyikan dengan kehidupannya di dunia maya. Terutama bagi remaja Indonesia. Ada banyak pengaruh dari jejaring sosial yang mereka sadari atau tidak ternyata sangat berdampak bagi kehidupan mereka, baik dari segi minat belajar, prestasi, bersosialisasi dengan lingkungan, kepekaan sosial maupun perilakunya. Jejaring sosial memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain, namun penggunaan jejaring sosial yang berlebihan juga akan menciptakan ketergantungan yang berlebihan. Apabila seseorang sudah tergantung dan ketagihan akan jejaring sosial mereka bisa lupa dengan tugas dan kehidupan sosial dengan teman – teman di dunia nyata. Jejaring sosial membawa dampak positif dan negative bagi kalangan remaja. Dampak positifnya, melalui jejaring sosial, remaja dapat berinteraksi dengan orang yang sama sekali belum pernah bertemu dengan mereka, entah itu orang dewasa, laki – laki atau perempuan, baik yang bekerja maupun masih bersekolah, tanpa mereka tahu bahwa yang diajak berinteraksi itu orang yang benar – benar baik bagi mereka atau tidak dan sejauh mana informasi yang layak mereka terima dari situs-situs tersebut. Dan jejaring sosial juga membawa dampak negatifnya, yaitu antara lain dengan kenalan pengguna situs jejaring sosial untuk penipuan, perampokan, penculikan dan lain-lain. Oleh karena itulah, kami membuat karya tulis ini. agar para pembaca mengetahui apa saja dampak buruk dari jejaring sosial dan supaya tetap waspada terhadapnya.



1.2  Rumusan Masalah
1.2.1    Bagaimana sejarah situs jejaring sosial di Indonesia?
1.2.2 Bagaimana tingkatan ketergantungan remaja Indonesia terhadap situs jejaring sosial?
1.2.3 Apa sajakah dampak negatif  jejaring sosial bagi kenakalan remaja?
1.2.4. Bagaimana cara  mencegah kecanduan penggunaan jejaring sosial dari dampak negatif yang ditimbulkan?

1.3  Tujuan
1.3.1      Mengetahui sejarah jejaring sosial di Indonesia.
1.3.2      Mengetahui tingkat ketergantungan remaja terhadap situs jejaring sosial.
1.3.3  Untuk mengetahui dampak negatif  dari situs jejaring sosial terhadap kehidupan remaja  Indonesia.
1.3.4     Untuk mengetahui apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kecanduan pengguna jejaring sosial dari dampak negatif yang ditimbulkan.

1.4  Manfaat
Penyusun mengharap supaya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama generasi remaja saat ini. Agar mereka mengetahui tentang bahaya yang ditimbulkan dari jejaring sosial. Serta mengetahui bagaimana cara mengurangi/mengatasi dampak yang ditimbulkan tersebut.



























BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Sejarah Situs Jejaring Sosial Di Indonesia
Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstormlive journalCyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Tahun 2002, muncul  friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh. Dalam kelanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendsterFlick RYou TubeMyspace. Hingga akhir tahun 2005,  friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati.
Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya jejaring sosial.  Jejaring sosial dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya. Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda. Twitter menggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). Tahun 2012,muncul kembali dan menambah kembali situs jejaring sosial untuk semua usia yang bernama KetikerKetiker adalah situs web yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut post.

2.2Tingkat Ketergantungan Remaja Indonesia Terhadap Situs Jejaring Sosial
Kehadiran jejaring sosial di tengah masyarakat menjadi sebuah fenomena yang menandai babak baru kehidupan modern. Keberadaannya dapat menggantikan peran silaturahmi di tengah masyarakat karena fasilitasnya yang dapat menghubungkan orang perorang secara leluasa. Dari sini ditemukan bahwa para pengguna jejaring sosial kini lebih memilih menjalin komunikasi dengan memanfaatkan situs ini. Mereka cenderung melihat sisi
praktis dan efektif karena tidak harus menyesuaikan diri sebagaimana tatanan berkomunikasi secara langsung.
Saat ini apabila remaja tidak memiliki akun situs di jejaring sosial tidak gaul namanya bisa dibilang ketinggalan zaman. Dan dalam rangka menunjukkan eksistensi, akhirnya mereka pun mulai belajar untuk mengakses situs jejaring sosial. Mereka beranggapan bahwa lewat situs tersebut mereka dapat mengembangkan pergaulan mereka bahkan sampai-sampai bisa berbisnis di sana.  Pada umumnya remaja yang menggunakan fasilitas internet di warnet selalu mengakses situs-situs jejaring sosial.
Dengan semakin menjamurnya warnet-warnet di kota bahkan desa semakin memudahkan mereka untuk mengakses situs-situs jejaring sosial. Ditambah lagi semakin berkembangnya teknologi sehingga untuk menikmati situs tersebut tidak perlu lagi pergi ke warnet. Cukup dengan membukanya lewat telepon genggam yang sekarang makin canggih dan murah, mereka bisa menikmati semua layanan yang disediakan situs pertemanan tersebut.
Semakin terkenalnya situs pertemanan ini membuat penggunanya terutama dari kalangan pelajar semakin bertambah tiap harinya. Durasi dalam mengakses situs pertemanan pun relatif tinggi. Mereka lebih nyaman untuk terus terpaku di dalam situs tersebut untuk sekedar memberi komentar, share foto maupun chatting dengan teman mereka daripada harus membaca buku.
Dari sini diungkap fakta yang cukup memilukan dimana ada kecenderungan pelajar yang gemar  mengakses jejaring sosial, prestasi akademiknya menurun. Hal itu terjadi sebagai akibat mereka disibukkan dengan update statusnya, mengomentari status dan foto orang lain, chatting, dan sebagainya yang sangat menyita waktu.
Kebanyakan mereka melakukan hal tersebut diluar kendali karena menganggap aktivitas itu sama sekali tidak mengganggu aktivitas lainnya. Padahal sejatinya banyak waktu yang terbuang demi menulis, mengomentarai hal-hal sepele yang jauh dari dikatakan intelek. Pengguna jejaring sosial, kemungkinan besar selalu ingin mengetahui statusnya setiap hari sehingga tanpa disadari menyita waktu. Mereka terpicu untuk menulis hal-hal tak penting, membaca hal-hal sepele, dan juga berpikir secara tak cerdas.
Pengawasan yang minim dari orang tua merupakan salah satu faktor  menjadi faktor mengapa mereka merasa nyaman  untuk menghabiskan waktunya untuk surfing di situs jejaring sosial tersebut. Orang tua seolah ‘'tutup mata'’ atas fenomena ini. Mereka hanya diam saja mengetahui anaknya sering mengakses situs pertemanan sampai lupa waktu.
Namun para orang tua pun tidak bisa terlalu disalahkan atas penggunaan situs pertemanan yang tinggi karena anak mereka bisa saja menggunakan telepon genggamnya untuk membuka situs tersebut sehingga luput dari pengawasan orang tua.
Pada dasarnya situs-situs jejaring sosial memiliki batas umur bagi penggunanya yang ingin mengakses situs tersebut. Jejaring sosial membatasi umur pengguna yang boleh mengaksesnya yaitu minimal berumur 13 tahun. Statistik menunjukkan bahwa pengguna jejaring sosial terbanyak di Indonesia yaitu antara usia 23-31 tahun yaitu sebanyak 2.831.060 pengguna.
                        Penggunaan yang tinggi ini tidak dipungkiri akibat adanya kemajuan pesat di bidang teknologi. Selain itu, wujud sifat hakekat manusia adalah memilki kemampuan bereksistensi yaitu kemampuan seseorang untuk menunjukkan “keberadaanya” di antara manusia yang lain. Dengan adanya situs jejaring sosial seperti jejaring sosial mereka dapat menunjukkan dirinya pada khalayak luas apalagi sekarang jumlah pengakses situs jejaring sosial di Indonesia merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.
Dengan begitu banyaknya pengguna situs jejaring sosial ini, para pengguna terutama dari kalangan pelajar remaja menjadi semangat untuk menampilkan dirinya lewat akun mereka agar bisa dikenal oleh orang banyak. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata pengguna. User dapat men-upload foto dirinya untuk ditampilkan dalam akun pribadi sehingga bisa dilihat teman-teman mereka. Situs perteman jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat sharing dengan anggota grup. Selain itu jejaring sosial menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat, share file dan lain-lain. Hal inilah yang membuat jejaring sosial begitu digandrungi oleh pelajar remaja saat ini.
Anggapan masyarakat yang mengatakan jika tidak mengakses internet dikatakan ketinggalan zaman atau gagap teknologi juga mulai mempengaruhi pemikiran pelajar remaja untuk mulai belajar mengakses situs pertemanan.


2.3 Dampak Jejaring Sosial bagi Kenakalan Remaja
Jejaring Sosial seperti FacebookgoogleTwitter dan yang sejenisnya seakan sudah menjadi suatu keharusan bagi remaja Indonesia untuk memilikinya. Bahkan jika tidak memilikinya akan dianggap kurang pergaulan, cupu dan akan dikucilkan dari komunitasnya.  Tentu dengan adanya Jejaring Sosial ini pasti mengakibatkan dampak yang positif maupun dampak yang negatif.
Jejaring Sosial  memberikan dampak yang negatif bagi para remaja.  Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan Jejaring Sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan rasa sosial diantara remaja pun berkurang.  Banyak para remaja yang lebih suka berhubungan lewat Jejaring Sosial dibanding dengan bertemu dengan teman-temannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan waktu mereka untuk bermain game yang ada pada salah satu Jejaring Sosial.
Akhir-akhir ini pun banyak kasus-kasus tentang penculikan gadis, banyak orang-orang dengan kepandaian komunikasi dan rayuan dapat melarikan gadis gadis seperti yang telah dialami oleh Nova seorang remaja 14 tahun. Jejaring  Sosial juga digunakan untuk bisnis prostitusi.  Banyak remaja yang tergiur karena pengaruh dari lingkungannya yang memang ada yang sudah terjun ke dunia hitam dan juga menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Remaja yang sedang labil apalagi suka bermimpi hidup mewah dengan mudah serta berasal dari keluarga yang berantakan mudah untuk terjerumus dalam prostitusi di Jejaring Sosial ini.

2.4  Cara  Mencegah Kecanduan Penggunaan Jejaring Sosial dari Dampak Negatif yang Ditimbulkan
Solusi yang pertama kali adalah berusaha untuk membatasi diri, dimana jika kalian sudah kecanduan Jejaring Sosial, maka harus membatasi waktu aksesnya, mulai kurangi bermain game dan update status.  Mulai mencari kesibukan yang lain misal seperti bermain bersama teman-teman dalam dunia nyata, ikut organisasi maupun mengerjakan tugas kuliah.
Bagi remaja putri hendaknya dapat lebih waspada jika berkenalan dengan orang asing di Jejaring Sosial, entah itu dari teman atau terlebih hanya orang yang asal ingin berkenalan.  Jangan mudah percaya akan rayuan serta kata-kata manisnya. Jangan mudah bertemu langsung kalau memang sangat ingin, maka ajaklah teman-teman kalian dan jangan di tempat yang sepi.
Peran orang tua sangatlah penting, walau orang tua tidak menggunakan Jejaring Sosial, tetapi orang tua harus lebih menjaga lingkungan dan pergaulan anak-anaknya dibantu dengan sahabat-sahabat terdekatnya sehingga jika ada perilaku dari anaknya tersebut berbeda, maka orang tua harus tanggap dan mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya agar tidak lebih berlanjut.























BAB III
PENUTUP



3.1  Kesimpulan
            Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Dan setelah berkembangnya tegnologi dan tambahan wawasan sumber daya manusia, muncul situs yang lebih modern dengan fitur-fitur yang menarik.
            Hal ini menimbulkan manusia khususnya remaja untuk memanfaatkannya semakin lama tren memanfaatkan jejaring sosial menjadi gaya hidup yang mempengaruhi perilaku manusia khususnya remaja. Sebenarnya jejaring sosial mempunyai sisi positif dan negatif bagi penggunanya. Tergantung pengguna memakai situs itu secara bijak atau tidak. Yang berbahaya adalah jika seorang remaja terjerumus dalam sisi negative. Seperti terjebak dalam kejadian penipuan, pelecehan seksua dan  penculikan.


3.2 Saran
            Jika orang tua dan tenaga pendidik berkomitmen tinggi serta serius dalam menyingkapi fenomena jejaring sosial yang kini merebak di kalangan pelajar remaja, maka penulis akan mudah untuk menghilangkan sifat ketergantungan mereka ketika mengakses situs jejaring sosial. Peran dan kontribusi mereka dalam mendidik para generasi muda sangat dibutuhkan karena emosi remaja cenderung masih labil dan mudah terkena pengaruh negatif dari lingkungan mereka.         
            Selain itu jika upaya-upaya di atas dapat dilakukan dengan baik dan berkelanjutan maka akan mudah bagi kita untuk membentuk pribadi generasi muda yang tangguh akan dampak negatif dari arus globalisasi terutama dalam hal penggunaan internet.
            Jika orang tua dan guru dapat menyadari peran-peran mereka dalam membimbing para generasi muda, akan mudah untuk meminimalisir kemungkinan anak remaja akan terkena imbas dari penggunaan internet yang tidak sehat. Untuk itu diharapkan kesadaran dari semua pihak dalam menyingkapi fenomena situs jejaring sosial yang sedang merebak di kalangan pelajar remaja saat ini.






DAFTAR PUSTAKA