Rabu, 23 April 2014

Modus Pelaku Sodomi di TK JIS Leluasa Beraksi di Toilet


      MERDEKA.COM. Polda Metro Jaya membeberkan kronologis hingga terjadinya tindak pelecehan seksual terhadap M (6), siswa pre-school Jakarta International School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan. Hal itu didapati penyidik berdasarkan pengakuan dari kedua tersangka, Agun Iskandar dan Virgiawan alias Awan yang kini mendekam di dalam sel Mapolda Metro Jaya.

      Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, Agun menjadi pelaku pertama yang melakukan sodomi terhadap M, setelah itu barulah giliran Awan yang menyodomi.

    "Saat korban masuk ke toilet itu sudah ada pelaku Agun," beber Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Rabu (23/4).

    Ketika itu, Agun yang memergoki korban tengah buang air kecil mengatakan kepada korban bahwa ia tidak bersih melakukan itu. "Dia memergoki korban buang air kecilnya tidak bersih dan langsung menghukumnya," jelasnya.

     Agun pun kemudian, lanjut Rikwanto, langsung memanggil Awan yang dimaksudkan untuk membantunya 'mengerjai' korban.

     "Saat itu sekitar pukul 11.00 WIB, karena sif mereka pagi, jadi mereka melakukan itu (sodomi) korban secara bergantian," beber Rikwanto.

      Rikwanto mengatakan usai memegangi dan membuka pakaian korban, Awan turut melakukan perbuatan keji tersebut yang dibantu Agun.

"Sekitar sepuluh sampai lima belas menit mereka berdua melakukan pelecehan itu," jelasnya.

      Usai melampiaskan nafsu bejatnya, kedua pelaku langsung mengancam korban untuk tidak melaporkan dan menceritakan kejadian tersebut. Seandainya menceritakan maka akan dihukum kembali. "Mereka sempat mengancam korban, dan korban keluar sambil menangis," tutur Rikwanto.

      Usai dilecehkan, korban yang masih di bawah umur pun langsung menangis sambil berjalan kembali ke dalam kelas.

     "Karena letak toilet yang jauh, korban menangis saat perjalanan dari toilet ke kelasnya, namun tangisannya berhenti. Dan saat tiba di ruang kelas korban sudah tidak menangis lagi," jelas Rikwanto.

  Anehnya, guru yang saat itu tengah mengajar di dalam kelas korban tak menyadari perubahan sikap korban.

    "Itu yang kita bingung, kok gurunya malah tidak peka," tandas Rikwanto.



Sumber: Merdeka.com

Rabu, 16 April 2014

Makalah Fisika “Impuls, Momentum dan Tumbukan”



MAKALAH FISIKA
“Impuls, Momentum dan Tumbukan








Oleh Kelompok :
1.     Cholania Rizky Fajriyah           (06)
2.     Dianny Pramesti                      (07)
3.     Isna Ariska                             (10)
4.     Istiqomah Nur Fatayati            (11)





XI IPA 2 - SMA Ta’miriyah Surabaya
Tahun Pelajaran 2013 - 2014





Latar belakang
      Makalah ini kami buat untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Impuls. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Momentum. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Tumbukan.



Pendahuluan
Sebelum kita mengetahui latar belakang pembahasan Impuls, Momentum dan Tumbukan, maka terlebih dahulu kita pahami apa yang dimaksud dengan Impuls, Momentum dan Tumbukan. Oleh karena itu, kami memiliki gagasan untuk membuat makalah ini. agar pembaca mengetahuinya dan semoga bermanfaat bagi para pembacanya.


Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Impuls?
2.      Apa yang dimaksud dengan Momentum?
3.      Apa yang dimaksud dengan Tumbukan?


TUJUAN Praktikum
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Impuls.
2.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Momentum.
3.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Tumbukan.



Manfaat Praktikum
1.      Agar dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Impuls.
2.      Agar dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Momentum.
3.      Agar dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Tumbukan.



Landasan Teori
1.      Impuls
Merupakan hasil kali antara gaya dengan waktu selama gaya tersebut bekerja pada benda.

I = F.
Ket : I : Besar Impuls (Ns)
F : Gaya yang bekerja pada benda (N)
: selang waktu (t)

2.      Momentum
Adalah kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya pada kelajuan yang konstan.

 = m.v
Ket :   = momentum (kgm/s)
m= massa benda (kg)
v = kecepatan benda (m/s)

3.      Tumbukan
Dapat terjadi pada saat benda yang bergerak mengenai benda lain yang sedang bergerak atau diam. Tumbukan terdiri dari :

3.1  Tumbukan lenting sempurna
M1.V1+M2.V2 = M1.V1+M2.V2

3.2  Tumbukan lenting sebagian
e =   = 


Kesimpulan
Impuls merupakan hasil kali antara gaya dengan waktu selama gaya tersebut bekerja pada benda. Momentum adalah kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya pada kelajuan yang konstan. Tumbukan dapat terjadi pada saat benda yang bergerak mengenai benda lain yang sedang bergerak atau diam.


Mau Dibawa Kemana Masa Depanmu?


     Hai Guys, Namaku Cholania Rizky Fajriyah. Bisa dipanggil Cholania. Sekarang aku kelas XI IPA2 di SMA Ta'miriyah. Kelas yang cukup ramai dengan penghuninya yang superkocak. Tujuanku sekolah adalah mencari ilmu pengetahuan dan pastinya nilai. Aku berpikir untuk mencari jati diriku di sini. Tujuan utamaku adalah membanggakan orangtua. Aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. oleh karena itu, aku akan selalu berusaha dan berdo'a. Setiap hari tak luput dari pandangan buku/ilmu. Bagiku, sehari tanpa buku bagaikan taman tak berbunga. Yahh, walau boleh dibilang cukup alay, tapi... ya inilah aku. 
      Masa depan? apa yang kalian pikirkan tentang masa depan? Masa depan adalah suatu masa dimana kita akan bermimpi dan berkarya. itulah jawabanku. masa depan adalah punjak perjuangan kita. puncak dari segalanya. Masa depanku...aku butuh menjadi seoarang wanita karir yang sukses. Sebelum memasuki tujuan akhirku, aku ingin dan butuh Perguruan Tinggi Negeri. Terutama ITS. Tapi alangkah indah jikaaku merendahkan diriku.Dan aku insyaallah akan mengambil Fakultas Teknik Kimia di Universitas Brawijaya. Sebenarnya aku ingin menjadi seorang Kontraktor. Suatu pekerjaan yang sama dengan ayahku. Tapi...suatu jawaban yang buruk menimpa sebuah pernyataanku. Yaitu jawaban orangtua yang tak menyetujui keputusan sementaraku. Mereka sangat tak menyutujuinya. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk insyaallah mengambil jurusan Teknik Kimia. Itulah permintaan ayahku. Aku akan berusaha membuatnya bahagia. Dan aku akan mengusahakannya sebisaku. Dan akan ku keluarkan seluruh raga dan jiwaku untuk mendapatkannya. Yah, hanyalah kata-kata "OPTIMIS!" yang selalu kuucap. SEMANGAT dan SEMANGAT!!!! Aku berjanji untuk membahagiakan orangtuaku selagi aku masih hidup. Bismillah! :) I KNOW I CAN

Jumat, 11 April 2014

Contoh Makalah Aqidah-Pengertian Mukjizat dari Segi Bahasa


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1           Latar Belakang
Salah satu objek penting dalam kajian ‘Ulumul Qur’an’ adalah perbincangan mengenai mukjizat. Persoalan mukjizat, terutama mukjizat Al-Qur’an , sempat menyeret para teolog klasik dalam perdebatan yang berkepenjangan, terutama antara teolog dari kalangan Mu’tazilah dan para teolog dari kalangan Ahlussunnahmengenai konsep shirfah.
Dengan perantara mukjizat, Allah mengingatkan manusia bahwa para rasul itu merupakan utusan yang mendapat dukungan dan bantuan dari langit. Mukjizat yang telah diberikan kepada para nabi mempunyai fungsi yang sama, yaitu memainkan perananya dan mengatasi kepandaian kaumnya disamping membuktikan bahwa kekuasaan Allah itu berada diatas segala-galanya.
Suatu umat yang tinggi pengetahuanya dalam ilmu kedokteran, misalnya tidak wajar dituntun dengan mukjizat dalam ilmu tata bahasa, begitu pula sebaliknya. Tuntunan dan pengarahan yang ditunjukan pada suatu umat harus berkaitan dengan pengetahuan mereka karena Allah tidak akan mengarahkan suatu umat pada hal-hal yang tidak mereka ketahui. Tujuanya adalah agar tuntunan dan pengarahan Allah bermakna. Disitulah letak mukjizat yang telah diberikan kepada para Nabi.

1.2           Perumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang mukjizat Al-Qur’an. Maka penulis merumuskan masalah mukjizat sebagi berikut:
  1. Apa pengertian mukjizat?
  2. Apa macam-macam mukjizat?
  3. Apa saja bukti historis kegagalan menandingi Al-Qur'an?
  4. Bagimana kemukjizat Al-Qur'an yang dilihat dari segi bahasa?

1.3     Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui seluk-beluk mukjizat Al-Qur’an.
2. Untuk menambah wawasan pengetahuan, khusunya dalam bidang Kemukjizatan Al-Qur’an.
3. Supaya lebih dekat dengan Allah.
4. Supaya mengetahui mukjizat-mukjizat yang telah diberikan oleh Allah.
5. Supaya selalu teringat akan keberadaan Allah.

BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Mukjizat

Menurut bahasa kata Mu’jizat berasal dari katai’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu’jizat.
Menurut istilah Mukjizat adalah  peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannya. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizatdidefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT. Melalui para Nabi dan Rasul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.
Kata I’jaz dalam bahasa Arab berarti menganggap lemah kepada orang lain. Sebagimana Allah berfirman:

(المائدة: 31)أَعْجَزَتُ أَنْ أَكُوْنَ مِثْلَ هَذَاالْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيْ 
“…Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini” (QS. Al Maidah (5): 31)

Maksud kumukjizatan Al-Qur’an bukan semata mata untuk melemahkan manusia atau menyadarkan mereka atas kelemahanya untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an akan tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul yang membawanya dan sekaligus menetapkan bahwa sesuatu yang dibawa oleh mereka hanya sekedar menyampaikan risalah Allah SWT, mengkhabarkan dan menyerukan.

Unsur-unsur mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah:
1. Hal atau peristiwa yang luar biasa
Peristiwa-peristiwa alam, yang terlihat sehari-hari, walaupun menakjubkan, tidak dinamai mukjizat. Hal ini karena peristiwa tersebut merupakan suatu yang biasa. Yang dimaksud dengan “luar biasa” adalah sesuatu yang berbeda di luar jangkauan sebab akibat yang hukum-hukumnya diketahui secara umum. Demikian pula dengan hipnotis dan sihir, misalnya sekilas tampak ajaib atau luar biasa, karena dapat dipelajari, tidak termasuk dalam pengertian “luar biasa” dalam definisi di atas.
2. Terjadi atau dipaparkan oleh seseorang yang mengaku Nabi.
Hal-hal di luar kebiasaan tidak mustahil terjadi pada diri siapapun. Apabila keluarbiasaan tersebut bukan dari seorang yang mengaku Nabi, hal itu tidak dinamaimukjizat. Demikian pula sesuatu yang luar biasa pada diri seseorang yang kelak bakal menjadi Nabi ini pun tidak dinamai mukjizat, melainkan irhash. Keluarbiasaan itu terjadi pada diri seseorang yang taat dan dicintai Allah, tetapi inipun tidak disebut mukjizat, melainkan karamahatau kerahmatan. Bahkan, karamah ini bisa dimiliki oleh seseorang yang durhaka kepada-Nya, yang terakhir dinamai ihanah (penghinaan) atau Istidraj (rangsangan untuk lebih durhaka lagi).
Bertitik tolak dari kayakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi terakhir, maka jelaslah bahwa tidak mungkin lagi terjadi suatu mukjizatsepeninggalannya. Namun, ini bukan berarti bahwa keluarbiasaan tidak dapat terjadi dewasa ini.

3. Mendukung tantangan terhadap mereka yang meragukan kenabian
Tentu saja ini harus bersamaan dengan pengakuannya sebagai Nabi, bukan sebelum dan sesudahnya. Di saat ini, tantangan tersebut harus pula merupakan sesuatu yang berjalan dengan ucapan sang Nabi. Kalau misalnya ia berkata, “batu ini dapat bicara”, tetapi ketika batu itu berbicara, dikatakannya bahwa “Sang penantang berbohong”, maka keluarbiasaan ini bukan mukjizat, tetapi ihanah atau istidraj

4. Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani
Bila yang ditantang berhasil melakukan hal serupa, ini berarti bahwa pengakuan sang penantang tidak terbukti. Perlu digarisbawahi di sini bahwa kandungan tantangan harus benar-benar dipahami oleh yang ditantang. Untuk membuktikan kegagalan mereka, aspek kemukjizatan tiap-tiap Nabi sesuai dengan bidang keahlian umatnya.



2.2     Macam-macam Mukjizat

Secara garis besar, mukjizat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama. Mukjizat mereka bersifat material dan indrawi dalam arti keluarbiasaan tersebut dapat disaksikan dan dijangkau langsung lewat indra oleh masyarakat tempat mereka menyampaikan risalahnya.


Perahu Nabi Nuh yang dibuat atas petunjuk Allah sehingga mampu bertahan dalam situasi ombak dan gelombang yang demikian dahsyat. Tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s dalam kobaran api yang sangat besar; berubah wujudnya tongkat Nabi Musa a.s. menjadi ular; penyembuhan yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s. atas izin Allah, dan lain-lain, kesemuanya bersifat material indrawi, sekaligus terbatas pada lokasi tempat mereka berada, dan berakhir dengan wafatnya mereka. Ini berbeda denganmukjizat Nabi Muhammad SAW, yang sifatnya bukan indrawi atau material, tetapi dapat dipahami akal. Karena sifatnya yang demikian, ia tidak dibatasi oleh suatu tempat atau masa tertentu. Mukjizat Al-Qur’an dapat dijangkau oleh setiap orang yang menggunakan akalnya dimana dan kapanpun.

Perbedaan ini disebabkan oleh dua hal pokok:

1.      Para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, ditugaskan untuk masyarakat dan masa tertentu. Karena itu,mukjizat mereka hanya berlaku untuk masa dan masyarakat tersebut, tidak untuk sesudah mereka. Ini berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad  yang diutus seluruh umat manusia sampai akhir zaman sehingga bukti ajaranya harus selalu ada dimana dan kapanpun berada.
2.      Manusia mengalami perkembangan dalam pemikiranya. Umat para Nabi khususnya sebelum Nabi Muhammad membutuhkan bukti kebenaran yang sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Bukti tersebut harus demikian jelas dan langsung terjangkau oleh indra mereka. Akan tetapi, setelah manusia  mulai menanjak ke tahap kedewasaan berpikir, bukti yang bersifat indrawi tidak dibutuhkan lagi.



2.3   Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Qur'an

Al-Qur'an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka, sungguhpun memiliki tingkat fashahah dan balaghah yang tinggi di bidang bahasa Arab, Nabi memintanya untuk menandingi Al-Qur'an dalam tiga tahapan:
1.       Mendatangkan semisal Al-Qur'an secara keseluruhan, sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Isra (17) ayat 88:
“Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian lain.” (Al-Isra (17): 88)

2.      Mendatangkan sepuluh surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an, sebagaimana dijelaskan dalam surat Hud (11) ayat 13 berikut

“Bahkan mereka mengatakan, Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu. “ Katakanlah, kalu demikian, maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat menyamai, dan panggilah orang-orang yang kamu sanggup memanggilnya selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”(Q.S. Hud [11]: 13)

3.      surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan oleh surat Al-Baqarah (2) ayat 23:

 “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kami orang-orang yang benar”(QS. Al Baqarah (2): 23)


Sejarah telah menunjukan bahwa jawaban orang-orang Arab ternyata gagal menandingi Al-Qur'an. Inilah beberapa catatan sejarah yang memperlihatkan kegagalan itu:

1.Pemimpin Quraisy pernah mengutus Abu Al-Walid, seorang sastrawan ulung yang tiada bandingannya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan Al-Qur'an ketika Abu Al-Walid berhadapan dengan Rasulullah SAW. Yang membaca surat Fushilat, ia tercengang mendengar kehalusan dan keindahan gaya bahasa Al-Qur'an dan ia pun kembali pada kaumnya dengan tangan hampa.
2.Musailamah bin Habib Al Kadzdzab yang mengaku sebagai Nabi juga pernah berusaha mengubah sesuatu yang mirip dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Ia mengaku bahwa dirinyapun mempunyai Al-Qur'an yang diturunkan dari langit dan dibawa oleh Malaikat yang bernama Rahman. Di antara gubahan-gubahannya yang dimaksudkan untuk mendandingi Al-Qur'an itu adalah antara lain:

لطِّيْنِيَاضِفْدَعُ بِنْتُ ضِفْدَعَيْنِ نَقِّيْ مَاتُنَقِيْنَ أَعْلاَكِ فِى اْلمَاءِ وَأَسْفَلُكِ فِى ا
“Hai katak, anak dari dua katak. Bersihkan apa saja yang akan engkau bersihkan, bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah”.


Ketika itu pula, ia merobek-robek apa saja yang telah ia kumpulkan dan merasa malu tampil di depan khalayak ramai. Setelah peristiwa itu ia mengucapkan kata-katanya yang masyhur:

“Demi Allah, siapapun yang tidak akan mampu mendatangkan yang sama dengan Al-Qur'an.”



2.4   Kemukjizat Al-Qur'an dari Segi Bahasa

Gaya bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu merasa kagum dan terpesona, bukan saja orang-orang mukmin, tetapi juga bagi orang-orang kafir. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak diantara mereka masuk Islam. Bahkan, Umar bin Khattab pun yang mulanya dikenal sebagai orang yang paling memusuhi nabi Muhammad SAW, dan bahkan berusaha membunuhnya, memutuskan masuk Islam dan beriman pada kerasulan Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur-an. Susunan Al-Qur-an tidak dapat disamakan oleh karya sebaik apa pun.

















BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Menurut bahasa kata Mu’jizat berasal dari katai’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu’jizat. Secara garis besar, mukjizat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama.
Al-Qur'an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Gaya bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu merasa kagum dan terpesona, bukan saja orang-orang mukmin, tetapi juga bagi orang-orang kafir.
         

3.2 Saran
            Oleh karena itu, marilah kita perdalami ilmu keagamaan terutama dengan mukjizat-mukjizat yang telah diberikan Allah, agar kita mengetahui ke-ESAan dan keBESARan Allah. Dan supaya kita bisa lebih dekat dengan Allah dan selalu mengingat-Nya.